Langsung ke konten utama

Menyempatkan

Bismillah

Nyaris sajaa saya lupa menulis hari ini. Kesibukan-kesibukan lain yang beruntun tiada henti berhasil mengalihkan hal-hal yang sedang saya usahakan konsistensinya, bukan hanya menulis.

"Tidur tuh disempatkan, bukan kalau sempat," Itu adalah motto salah satu teman saya selama koas. Bagi dia (dan saya), tidur itu harus. Tidak boleh ada hari yang tidak tidur, dengan jumlah yang cukup baginya. Waktu jaman masih mahasiswa preklinik, dia (dan saya) adalah yang mengkhawatirkan diri sendiri, takut mati karena tidak tidur. Berlebihan sih memang. Makanya, dia membuat prinsip itu. Kalau ada waktu kosong, ya manfaatkan untuk tidur. Kalau benar-benar tidak ada, ya tidurlah sambil kamu duduk, berdiri menunggu, walau hanya 5 menit. Itulah kemampuan kami.

Hebat sih. Saya tidak bisa. Kalau lagi jaga malam, jam tidur saya sudah lewat karena lagi shift, ya saya ga akan dan jadi ga bisa tidur, tapi jadi ga bisa mikir wkwk. Kalau pun dipaksakan tidur, bisa-bisa bablas. Daripada tidur, saya rapel aja tidurnya kalau sudah sampai rumah, itupun kalau besoknya libur. Kalau besoknya kuliah, ya bener-bener baru sempetin tidur, atau paling parahnya tidur pas kuliah. Kalau ga bisa tidur juga, malamnya bisa tidur balas dendam. 

Percayalah, kalau tidak disempatkan, tidak akan pernah terjadi.

Jangan pernah merasa sibuk sehingga kita tidak bisa melakukan ibadah. Shalat sunnah, membaca quran, ikut mentoring dan kajian, tidak akan pernah terjadi kalau kita tidak meluangkan waktunya. Bukan kalau sempat, tapi justru menyempatkan.

Mengapa kita memberi waktu sisa untuk hal itu? Nanti Allah juga ngasih pahala sisa

Wallahua'lam

Bandung, 5 Ramadhan 1436 H

#RamadhanInspiratif
#Challenge
#Aksara

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup

" Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekedar bekerja, kera juga bekerja," a quote by Buya Hamka Sebagai (calon) penyedia jasa kesehatan, saya akan berinteraksi dengan jasad dan nyawa manusia. Saya akan berinteraksi dengan hidup dan kehidupan orang lain, sampai mungkin ada saat tanggungjawab hidup dan kehidupannya ada di tangan yang kecil ini. Memikirkanya saja lelah dan berat.  Suatu waktu sesorang bertanya pada saya, "bagaimana rasanya mempelajari hidup manusia?" Saya jawablah saat itu, kurang lebih begini, "Rumit. Wajarlah seorang Moore masuk islam karenanya, tapi ga membuat seoramg atheis yang lain percaya bahwa dirinya diciptakan. Saya sendiri tak tahu apakah menjadi bertambah yakin atau tidak karena pemikiran saya sudah terset bahwa saya adalah makhluk yang tercipta. Hmmm selebihnya banyak bersyukur karena saya diciptakan dengan sempurna dalam artian untuk menjalankan hidup. Rumit, karena banyak hal dari hal seabst...

Cerita Jaga Tujuh

Bismillah Waktu di stase anak ini, tempat jaga kami antara 3 tempat: igd, ruang rawat kenanga, atau ruang perinatal anthurium. Kata yang sebelumnya sih, paling enak jaga igd kalau mau yang jelas, atau jaga kenanga kalau mau gabut. Yang jelas, gak jaga peri. Tapi, justru saya lebih suka jaga peri. Walau disuruh ambu, disini lebih terhibur matanya dengan lihat dedek dedek bayi emesh innocent walau mereka nangis-nangis dan ada yang harus diambu, bayi baru lahir memang terlihat bersih dari dosa secara nyata. Ada neglected baby, si bayi kiki, sudah 4 bulan di ruangan peri. Jadi senior dan chief of baby di anturium. Gaya tidurnya udah like a boss. Badannya gembil, karena sering dirawat sama perawat bayi disini. Jadi alasan kami mau jaga peri. Kami gendong-gendong, kami isengin, kami toel-toel pipi gembilnya, kami videoin dan masukin ke instastories, dan sudah kami aku jadi anak masing-masing. Kasihan, sudah 4 bulan gak diambil-ambil si kiki ini. Ada yang bilang karena ibunya sudah meni...

Moments

Bismillah Momen kumpul keluarga yang aku suka adalah saat di perjalanan dan makan bersama di luar. Satu mobil berisi sepuluh orang. Aku melihat semuanya tumbuh dan berkembang, sebab mobil terasa semakin sempit di tiap perjalanannya. Dan juga obrolan di meja makan yang tiap hari makin berbobot.  Di rumah, kami jarang kumpul. Semua anak ibu sedang di masa punya kesibukan masing-masing, tinggal 2 bocah kecil yang sering main di rumah.  Si sulung kadang ada di rumah, tapi kalau di rumah kerjanya nonton dan diam di kamar atau bantu masak. Si anak kedua, gadis yang suka pergi pagi pulang malam, bahkan kadang tidak pulang, begitu pula si anak ketiga yang lagi macem-macem ikut kegiatan di kampus. Si anak keempat, sejak punya motor, setelah pulang sekolah atau lagi libur pasti pergi. Si anak kelima, sering kongkow sama temen-temennya. Si anak keenam, lagi ingin main2 juga ke rumah temennya. Lalu saat datang ke rumah, yang tersisa hanys capek, lelah, lapar, dan ngantuknya. La...