Bismillah
Nyaris sajaa saya lupa menulis hari ini. Kesibukan-kesibukan lain yang beruntun tiada henti berhasil mengalihkan hal-hal yang sedang saya usahakan konsistensinya, bukan hanya menulis.
"Tidur tuh disempatkan, bukan kalau sempat," Itu adalah motto salah satu teman saya selama koas. Bagi dia (dan saya), tidur itu harus. Tidak boleh ada hari yang tidak tidur, dengan jumlah yang cukup baginya. Waktu jaman masih mahasiswa preklinik, dia (dan saya) adalah yang mengkhawatirkan diri sendiri, takut mati karena tidak tidur. Berlebihan sih memang. Makanya, dia membuat prinsip itu. Kalau ada waktu kosong, ya manfaatkan untuk tidur. Kalau benar-benar tidak ada, ya tidurlah sambil kamu duduk, berdiri menunggu, walau hanya 5 menit. Itulah kemampuan kami.
Hebat sih. Saya tidak bisa. Kalau lagi jaga malam, jam tidur saya sudah lewat karena lagi shift, ya saya ga akan dan jadi ga bisa tidur, tapi jadi ga bisa mikir wkwk. Kalau pun dipaksakan tidur, bisa-bisa bablas. Daripada tidur, saya rapel aja tidurnya kalau sudah sampai rumah, itupun kalau besoknya libur. Kalau besoknya kuliah, ya bener-bener baru sempetin tidur, atau paling parahnya tidur pas kuliah. Kalau ga bisa tidur juga, malamnya bisa tidur balas dendam.
Percayalah, kalau tidak disempatkan, tidak akan pernah terjadi.
Jangan pernah merasa sibuk sehingga kita tidak bisa melakukan ibadah. Shalat sunnah, membaca quran, ikut mentoring dan kajian, tidak akan pernah terjadi kalau kita tidak meluangkan waktunya. Bukan kalau sempat, tapi justru menyempatkan.
Mengapa kita memberi waktu sisa untuk hal itu? Nanti Allah juga ngasih pahala sisa
Wallahua'lam
Bandung, 5 Ramadhan 1436 H
#RamadhanInspiratif
#Challenge
#Aksara
Komentar
Posting Komentar