Bismillah
Dengan kadar lelah yang sama, dengan kadar pengorbanan yang mungkin lebih, dengan jumlah rezeki yang sedikit lebih banyak, dalam waktu yang mungkin lebih panjang, mengapa hasil yang kita punya tidak seindah milik orang lain?
Kualitas yang berbeda, itulah keberkahan. Ketika shahabat Rasulullah Sa’ad bin Mu’adz hanya hidup 6 tahun dalam Islam, tapi rohnya berhasil mengguncang Arsy. Ketika Zaid bin Tsabit mampu menguasai bahasa Suryaniah dalam 17 hari saja. Ketika sahabat kita mampu menjadi hafidz dalam usia yang muda, sementara kita tau kesibukannya tak kalah banyak dengan yang kita punya. Ketika orangtua kita tidur hanya beberapa jam, namun menjalani aktivitas tidak pernah mengantuk, sementara kita sudah tidur berjam-jam masih sempat memejamkan mata saat kuliah. Ketika seorang tukang becak dengan hasil tak seberapa, tapi dirinya mampu menyekolahkan anaknya hingga mampu berqurban dan naik haji. Ketika teman kita dalam waktu yang singkat bisa mengingat dan memahami banyak hal dari yang dipelajarinya.
Itulah keberkahan, yaitu saat kualitas sesuatu itu berkembang sehingga melampaui kuantitasnya. Yaitu saat kebaikan-kebaikan bermekaran, datang beruntut menyusul kebaikan yang lain hingga mencapai akhir yang baik.
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi.” (QS Al-A’raf: 96).
Ya, sebab keberkahan adalah ketaatan dalam iman dan takwa, dan sebab hilangnya keberkahan adalah ketidaktaatan.
Umar bin Khattab pernah berkata, "Aku tidak pedulikan atas keadaan susah atau senangku kerana aku tidak tahu manakah diantara keduanya yang lebih baik dariku."
Dalam keadaan dengan kuantitas sebagaimanapun, tugas kita hanya taat, sebab kita tidak pernah tahu, sebab tidak selamanya yang banyak lebih baik. Tidak selamanya yang makannya banyak jadi lebih kenyang. Tidak selamanya yang rizkinya banyak infaqnya lebih banyak. Tidak selamanya yang umurnya lebih panjang karya dan amal sholehnya lebih banyak. Tidak selamanya yang ilmunya lebih banyak, perilaku hidupnya berubah menjadi baik dan benar.
Sebab tidak selamanya yang terlihat lebih baik akan lebih baik. Karena yang baik akan datang bersama ketaatan. Sebab keberkahan tidak datang bersama maksiat. Keberkahan datang bersama taat. Ketaatan mendatangkan berkah, dan berkah itu kemudian akan mengantarkan pada ketaatan yang lebih.
Maka, sudah seberapa berkah hidup dan kehidupan kita?
"Ya Allah, berikanlah kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat, dan jauhilah kami dari siksa api neraka,"
Bandung, 18 Ramadhan 1438
#RamadhanIsnpiratif
#Challenge
#Aksara
Komentar
Posting Komentar