Langsung ke konten utama

Cerita Jaga Satu

Bismillah

Cerita jaga memaang selalu gak ada habisnya. Saya tidak bisa menceritakan lewat tulisan, tapi kalau minta diceritakan secara langsung saya akan dengan semangat menceritakannya. Respon teman-teman (non fk) kalau saya cerita: Ih kaya di drama drama. Engga juga sih. Sayanya yang ceritanya lebay kali ya.

Kemarin Rabu, saya kebagian jaga malam di IGD anak, dan malam itu adalah malam paling bala sepanjang saya jaga. Sebala-balanya (bukan bala-bala gorengan) bedah, saya masih bisa makan dan merem sambil duduk. Tapi jaga kemarin ... saya dan teman jaga saya gak berhenti gantian meenjadi mesin ventilator di igd a.k.a ngambu. Tangannya sampai kebas-kebas kesemutan.

Saya sempet sedih banget. Bukan karena kondisi pasien. Tapi jadi gak buka tepat waktu, jadi ga sempet taraweh, jadi ga sempet tadarus, jadi gak sempet nulis. Padahal saya udah berusaha menyempatkan semua itu. Tapi Allah berkehendak lain. Pasien nya berdatangan terus dan butuh banyak hal yang intinya kami gak bisa gantian istirahat.

Tapi dokter konsulen jaganya bilang, saat kami lagi lelah-lelahnya dan mood senggol bacok karena baru minum beberapa teguk air  putih sementara jam menunjukkan jam 9 malam, "insya Allah, ibadah tarawih kamu malam ini diganti dengan ibadah membantu pasien. Bayangkan Allah memberi pahala pada tiap tekanan yang kamu berikan pada ventilator,"

Huh lega diingatkan seperti itu. Insya Allah lelah kami lillah. Lelah kami ibadah.

Bandung, 6 Ramadhan 1438 H

#RamadhanInspiratif
#Challenge
#Aksara

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup

" Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekedar bekerja, kera juga bekerja," a quote by Buya Hamka Sebagai (calon) penyedia jasa kesehatan, saya akan berinteraksi dengan jasad dan nyawa manusia. Saya akan berinteraksi dengan hidup dan kehidupan orang lain, sampai mungkin ada saat tanggungjawab hidup dan kehidupannya ada di tangan yang kecil ini. Memikirkanya saja lelah dan berat.  Suatu waktu sesorang bertanya pada saya, "bagaimana rasanya mempelajari hidup manusia?" Saya jawablah saat itu, kurang lebih begini, "Rumit. Wajarlah seorang Moore masuk islam karenanya, tapi ga membuat seoramg atheis yang lain percaya bahwa dirinya diciptakan. Saya sendiri tak tahu apakah menjadi bertambah yakin atau tidak karena pemikiran saya sudah terset bahwa saya adalah makhluk yang tercipta. Hmmm selebihnya banyak bersyukur karena saya diciptakan dengan sempurna dalam artian untuk menjalankan hidup. Rumit, karena banyak hal dari hal seabst...

Cerita Jaga Tujuh

Bismillah Waktu di stase anak ini, tempat jaga kami antara 3 tempat: igd, ruang rawat kenanga, atau ruang perinatal anthurium. Kata yang sebelumnya sih, paling enak jaga igd kalau mau yang jelas, atau jaga kenanga kalau mau gabut. Yang jelas, gak jaga peri. Tapi, justru saya lebih suka jaga peri. Walau disuruh ambu, disini lebih terhibur matanya dengan lihat dedek dedek bayi emesh innocent walau mereka nangis-nangis dan ada yang harus diambu, bayi baru lahir memang terlihat bersih dari dosa secara nyata. Ada neglected baby, si bayi kiki, sudah 4 bulan di ruangan peri. Jadi senior dan chief of baby di anturium. Gaya tidurnya udah like a boss. Badannya gembil, karena sering dirawat sama perawat bayi disini. Jadi alasan kami mau jaga peri. Kami gendong-gendong, kami isengin, kami toel-toel pipi gembilnya, kami videoin dan masukin ke instastories, dan sudah kami aku jadi anak masing-masing. Kasihan, sudah 4 bulan gak diambil-ambil si kiki ini. Ada yang bilang karena ibunya sudah meni...

Moments

Bismillah Momen kumpul keluarga yang aku suka adalah saat di perjalanan dan makan bersama di luar. Satu mobil berisi sepuluh orang. Aku melihat semuanya tumbuh dan berkembang, sebab mobil terasa semakin sempit di tiap perjalanannya. Dan juga obrolan di meja makan yang tiap hari makin berbobot.  Di rumah, kami jarang kumpul. Semua anak ibu sedang di masa punya kesibukan masing-masing, tinggal 2 bocah kecil yang sering main di rumah.  Si sulung kadang ada di rumah, tapi kalau di rumah kerjanya nonton dan diam di kamar atau bantu masak. Si anak kedua, gadis yang suka pergi pagi pulang malam, bahkan kadang tidak pulang, begitu pula si anak ketiga yang lagi macem-macem ikut kegiatan di kampus. Si anak keempat, sejak punya motor, setelah pulang sekolah atau lagi libur pasti pergi. Si anak kelima, sering kongkow sama temen-temennya. Si anak keenam, lagi ingin main2 juga ke rumah temennya. Lalu saat datang ke rumah, yang tersisa hanys capek, lelah, lapar, dan ngantuknya. La...