Bismillah
Pernah ada saat ketika kita merasa punya niatan untuk melakukan banyak hal bermanfaat, tetapi ternyata kejadian demi kejadian yang tidak diinginkan datang, atau ada hal yang membuat niatan itu tidak terlaksana.
Sebelum mulai terjun ke dunia profesi, kami dititipi pesan, agar tidak menjadi manusia merugi. Dunia (setengah) dipekerjakan bukan hanya menguras banyak tenaga dan pikiran, tapi juga waktu dan emosi. Kita sudah diwanti wanti bahwa kita akan 'dimintai tolong' yang bahkan melebihi kapasitasnya. Karena itu, pasti ada saat-saatnya emosi tidak bagus yang menguasai diri. Jadi, biar mendapatkan manfaat, kami dinasihati agar tetap rendah hati dan belajar mengambil hikmah, sehingga walaupun kegiatannya, "apaan sih ga faedah" tetap akan ada hal yang didapat, sehingga kita tidak akan merugi.
Mengambil hikmah itu bukan hal yang mudah.
Setidaknya dan sepertinya, memang hal-hal kecil itu benar-benar ada hikmahnya. Ada hikmah dibalik hal-hal sepele itu. Ketika banyak hal yang mengecewakan, banyak hal yang tidak sesuai dengan keinginan, hikmah pasti ada. Hanya bagaimana kita pandai-pandai mengambil hikmah tersebut, dan mungkin, baru terasa beberapa hari, atau beberapa minggu, beberapa bulan, beberapa tahun kemudian. Karena ini harus melibatkan hati.
Tidak ada yang salah dengan takdir hari ini atau kemarin. Tidak usah menyesali setiap keputusan yang sudah diambil. Semua sudah tercantum di garisnya masing-masing, termasuk saya dan kita hari ini. Bagaimana mengambil hikmah dari setiap kejadian, biar hidup terasa bermakna. Biar hidup ini indah, tidak ada penyesalan -kecuali penyesalan dosa-. Sehingga hati dan ucap bilang, "Iya ya.. Allah menjadikan seperti ini karena ini dan itu seperti itu..."
Karena kita tidak mau merugi :"
Bandung, 12 Ramadhan 1438 H
#RamadhanInspiratif
#Challenge
#Aksara
Komentar
Posting Komentar