Langsung ke konten utama

Mengambil Hikmah

Bismillah

Pernah ada saat ketika kita merasa punya niatan untuk melakukan banyak hal bermanfaat, tetapi ternyata kejadian demi kejadian yang tidak diinginkan datang, atau ada hal yang membuat niatan itu tidak terlaksana.

Sebelum mulai terjun ke dunia profesi, kami dititipi pesan, agar tidak menjadi manusia merugi. Dunia (setengah) dipekerjakan bukan hanya menguras banyak tenaga dan pikiran, tapi juga waktu dan emosi. Kita sudah diwanti wanti bahwa kita akan 'dimintai tolong' yang bahkan melebihi kapasitasnya. Karena itu, pasti ada saat-saatnya emosi tidak bagus yang menguasai diri. Jadi, biar mendapatkan manfaat, kami dinasihati agar tetap rendah hati dan belajar mengambil hikmah, sehingga walaupun kegiatannya, "apaan sih ga faedah" tetap akan ada hal yang didapat, sehingga kita tidak akan merugi.

Mengambil hikmah itu bukan hal yang mudah. 

Setidaknya dan sepertinya, memang hal-hal kecil itu benar-benar ada hikmahnya. Ada hikmah dibalik hal-hal sepele itu. Ketika banyak hal yang mengecewakan, banyak hal yang tidak sesuai dengan keinginan, hikmah pasti ada. Hanya bagaimana kita pandai-pandai mengambil hikmah tersebut, dan mungkin, baru terasa beberapa hari, atau beberapa minggu, beberapa bulan, beberapa tahun kemudian. Karena ini harus melibatkan hati.

Tidak ada yang salah dengan takdir hari ini atau kemarin. Tidak usah menyesali setiap keputusan yang sudah diambil. Semua sudah tercantum di garisnya masing-masing, termasuk saya dan kita hari ini. Bagaimana mengambil hikmah dari setiap kejadian, biar hidup terasa bermakna. Biar hidup ini indah, tidak ada penyesalan -kecuali penyesalan dosa-. Sehingga hati dan ucap bilang, "Iya ya.. Allah menjadikan seperti ini karena ini dan itu seperti itu..."

Karena kita tidak mau merugi :"

Bandung, 12 Ramadhan 1438 H

#RamadhanInspiratif
#Challenge
#Aksara

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup

" Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekedar bekerja, kera juga bekerja," a quote by Buya Hamka Sebagai (calon) penyedia jasa kesehatan, saya akan berinteraksi dengan jasad dan nyawa manusia. Saya akan berinteraksi dengan hidup dan kehidupan orang lain, sampai mungkin ada saat tanggungjawab hidup dan kehidupannya ada di tangan yang kecil ini. Memikirkanya saja lelah dan berat.  Suatu waktu sesorang bertanya pada saya, "bagaimana rasanya mempelajari hidup manusia?" Saya jawablah saat itu, kurang lebih begini, "Rumit. Wajarlah seorang Moore masuk islam karenanya, tapi ga membuat seoramg atheis yang lain percaya bahwa dirinya diciptakan. Saya sendiri tak tahu apakah menjadi bertambah yakin atau tidak karena pemikiran saya sudah terset bahwa saya adalah makhluk yang tercipta. Hmmm selebihnya banyak bersyukur karena saya diciptakan dengan sempurna dalam artian untuk menjalankan hidup. Rumit, karena banyak hal dari hal seabst...

Cerita Jaga Tujuh

Bismillah Waktu di stase anak ini, tempat jaga kami antara 3 tempat: igd, ruang rawat kenanga, atau ruang perinatal anthurium. Kata yang sebelumnya sih, paling enak jaga igd kalau mau yang jelas, atau jaga kenanga kalau mau gabut. Yang jelas, gak jaga peri. Tapi, justru saya lebih suka jaga peri. Walau disuruh ambu, disini lebih terhibur matanya dengan lihat dedek dedek bayi emesh innocent walau mereka nangis-nangis dan ada yang harus diambu, bayi baru lahir memang terlihat bersih dari dosa secara nyata. Ada neglected baby, si bayi kiki, sudah 4 bulan di ruangan peri. Jadi senior dan chief of baby di anturium. Gaya tidurnya udah like a boss. Badannya gembil, karena sering dirawat sama perawat bayi disini. Jadi alasan kami mau jaga peri. Kami gendong-gendong, kami isengin, kami toel-toel pipi gembilnya, kami videoin dan masukin ke instastories, dan sudah kami aku jadi anak masing-masing. Kasihan, sudah 4 bulan gak diambil-ambil si kiki ini. Ada yang bilang karena ibunya sudah meni...

Moments

Bismillah Momen kumpul keluarga yang aku suka adalah saat di perjalanan dan makan bersama di luar. Satu mobil berisi sepuluh orang. Aku melihat semuanya tumbuh dan berkembang, sebab mobil terasa semakin sempit di tiap perjalanannya. Dan juga obrolan di meja makan yang tiap hari makin berbobot.  Di rumah, kami jarang kumpul. Semua anak ibu sedang di masa punya kesibukan masing-masing, tinggal 2 bocah kecil yang sering main di rumah.  Si sulung kadang ada di rumah, tapi kalau di rumah kerjanya nonton dan diam di kamar atau bantu masak. Si anak kedua, gadis yang suka pergi pagi pulang malam, bahkan kadang tidak pulang, begitu pula si anak ketiga yang lagi macem-macem ikut kegiatan di kampus. Si anak keempat, sejak punya motor, setelah pulang sekolah atau lagi libur pasti pergi. Si anak kelima, sering kongkow sama temen-temennya. Si anak keenam, lagi ingin main2 juga ke rumah temennya. Lalu saat datang ke rumah, yang tersisa hanys capek, lelah, lapar, dan ngantuknya. La...