Langsung ke konten utama

Tentang Berjuang

Bismillah

Terkadang, membayangkan "apa yang harus saya lakukan dan selesaikan" nya saja sudah lelah. Tak habis pikir bagaimana nanti melewatinya. Cuma satu kalimat yang terbersit, "mampukah saya?"

Meminjam kata-kata sebuah partai:
Tiap-tiap cita-cita yang mulia memang bukan barang yang murah! 

Tiap-tiap tujuan dan maksud yang tinggi, memang bukan barang yang mudah dicari dan didapat! 

***
Saya lupa, saya pernah menulis ini: 

Katanya memperjuangkan sesuatu itu harusnya bisa sampai menyita waktu, menyita pikiran, terbawa mimpi, terpikir sepanjang perjalanan, menyedot saripati energi sampai tulang belulang dan daging terakhir.

Untuk apa waktu dan pikiran kita tersita, apa yang terbawa sampai ke mimpi, terpikir sepanjang jalan, energi kita tercurah, itulah yang secara sadar ataupun tidak sadar kita perjuangkan. 

Saya berjuang untuk apa dan siapa?
Kenapa harus berjuang?

Lillah

Hanya hal-hal "besar dan mahal" yang layak untuk diperjuangkan kalau berjuang meminta segala hal dari kita.

"boleh cape tapi tidak mengeluh, boleh lelah tapi tidak lengah, begitu kan berjuang?"

Semangat buat kita. Semoga survive sampai akhir yang baik, Had.

Tapi toh ternyata, saya masih hidup dalam keadaan diri saya saat ini. Saya yang merupakan akumulasi dari perjuangan-perjuangan kecil dahulu, atas izin dan bimbingan Allah.

Kalau kata lagu zaman TK
Allah beserta kami dimana kami berada, Allah beserta kami sebab patuh dan SABAR

Ya Allah, kuatkan!


Bandung, 2 Ramadhan 1438 H

#RamadhanInspiratif
#Challenge
#Aksara

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup

" Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekedar bekerja, kera juga bekerja," a quote by Buya Hamka Sebagai (calon) penyedia jasa kesehatan, saya akan berinteraksi dengan jasad dan nyawa manusia. Saya akan berinteraksi dengan hidup dan kehidupan orang lain, sampai mungkin ada saat tanggungjawab hidup dan kehidupannya ada di tangan yang kecil ini. Memikirkanya saja lelah dan berat.  Suatu waktu sesorang bertanya pada saya, "bagaimana rasanya mempelajari hidup manusia?" Saya jawablah saat itu, kurang lebih begini, "Rumit. Wajarlah seorang Moore masuk islam karenanya, tapi ga membuat seoramg atheis yang lain percaya bahwa dirinya diciptakan. Saya sendiri tak tahu apakah menjadi bertambah yakin atau tidak karena pemikiran saya sudah terset bahwa saya adalah makhluk yang tercipta. Hmmm selebihnya banyak bersyukur karena saya diciptakan dengan sempurna dalam artian untuk menjalankan hidup. Rumit, karena banyak hal dari hal seabst...

Cerita Jaga Tujuh

Bismillah Waktu di stase anak ini, tempat jaga kami antara 3 tempat: igd, ruang rawat kenanga, atau ruang perinatal anthurium. Kata yang sebelumnya sih, paling enak jaga igd kalau mau yang jelas, atau jaga kenanga kalau mau gabut. Yang jelas, gak jaga peri. Tapi, justru saya lebih suka jaga peri. Walau disuruh ambu, disini lebih terhibur matanya dengan lihat dedek dedek bayi emesh innocent walau mereka nangis-nangis dan ada yang harus diambu, bayi baru lahir memang terlihat bersih dari dosa secara nyata. Ada neglected baby, si bayi kiki, sudah 4 bulan di ruangan peri. Jadi senior dan chief of baby di anturium. Gaya tidurnya udah like a boss. Badannya gembil, karena sering dirawat sama perawat bayi disini. Jadi alasan kami mau jaga peri. Kami gendong-gendong, kami isengin, kami toel-toel pipi gembilnya, kami videoin dan masukin ke instastories, dan sudah kami aku jadi anak masing-masing. Kasihan, sudah 4 bulan gak diambil-ambil si kiki ini. Ada yang bilang karena ibunya sudah meni...

Moments

Bismillah Momen kumpul keluarga yang aku suka adalah saat di perjalanan dan makan bersama di luar. Satu mobil berisi sepuluh orang. Aku melihat semuanya tumbuh dan berkembang, sebab mobil terasa semakin sempit di tiap perjalanannya. Dan juga obrolan di meja makan yang tiap hari makin berbobot.  Di rumah, kami jarang kumpul. Semua anak ibu sedang di masa punya kesibukan masing-masing, tinggal 2 bocah kecil yang sering main di rumah.  Si sulung kadang ada di rumah, tapi kalau di rumah kerjanya nonton dan diam di kamar atau bantu masak. Si anak kedua, gadis yang suka pergi pagi pulang malam, bahkan kadang tidak pulang, begitu pula si anak ketiga yang lagi macem-macem ikut kegiatan di kampus. Si anak keempat, sejak punya motor, setelah pulang sekolah atau lagi libur pasti pergi. Si anak kelima, sering kongkow sama temen-temennya. Si anak keenam, lagi ingin main2 juga ke rumah temennya. Lalu saat datang ke rumah, yang tersisa hanys capek, lelah, lapar, dan ngantuknya. La...