Langsung ke konten utama

Safety Riding for Akhwat (2)

Bismillaah

Sebelum Berkendara

Pastikan kita bisa mengendarai motor, agar terhindari dari hal-hal yang tidak diinginkan. Surat-surat berkendara sudah ada dan dibawa. 

Sebelum berangkat, pamit, dan berdoa. Ingat pada hakikatnya keselamatan bukan karena manusia yang bisa berkendara. Allah lah yang telah menundukkan kendaraan itu sehingga kita bisa mengendalikannya. Allah lah yang telah melindungi kita.

Pastikan perlengkapan diri lengkap.

Pakai jaket. Bukan hanya melindungi dari masuk angin, tapi juga menjaga jilbab ga ikut terbang karena angin.

Pakai masker. Udara jalan raya gak baik. Walaupun sebenarnya si pengendara motor juga ikut menyumbang polusi tsb. 

Pakai helm. Jelas sih buat keamanaan dan peranturan lantas juga.

Pakai sarung tangan , kalau ga mau tangannya belang.

Pakai kaos kaki yang cukup panjang, atau rok atau celana panjang. Biasanya rok atau celana akan keangkat saat duduk, kan gak mau kulit kakinya terlihat, aurat!

Jas hujan harus sedia. Bahkan kalau bisa selalu menyiapkan 1 stel pakaian kalau lagi musim hujan, apalagi kalau tujuannya ke kampus. Kadang, hujan lebat namun keadaan memakssa kita untuk tetap maju saat hujan membuat baju tetep kebasahan walaupun sudah pakai jas hujan. Jadi kita bisa ganti. Jangan lupa kaos kaki cadangannya juga, plus sandal. Kalau hujan ganti sandal biar sepatu gak kebasahan.

Yang terakhir, pastikan motornya baik-baik saja, sudah dipanaskan, dan bisa dipakai berkendara. 

Bismillaahi majreeha wamursahaa inna robbii lagofururrahim

Bandung, 8 Ramadhan 1438

#RamadhanInspiratif
#Challenge
#Aksara

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup

" Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekedar bekerja, kera juga bekerja," a quote by Buya Hamka Sebagai (calon) penyedia jasa kesehatan, saya akan berinteraksi dengan jasad dan nyawa manusia. Saya akan berinteraksi dengan hidup dan kehidupan orang lain, sampai mungkin ada saat tanggungjawab hidup dan kehidupannya ada di tangan yang kecil ini. Memikirkanya saja lelah dan berat.  Suatu waktu sesorang bertanya pada saya, "bagaimana rasanya mempelajari hidup manusia?" Saya jawablah saat itu, kurang lebih begini, "Rumit. Wajarlah seorang Moore masuk islam karenanya, tapi ga membuat seoramg atheis yang lain percaya bahwa dirinya diciptakan. Saya sendiri tak tahu apakah menjadi bertambah yakin atau tidak karena pemikiran saya sudah terset bahwa saya adalah makhluk yang tercipta. Hmmm selebihnya banyak bersyukur karena saya diciptakan dengan sempurna dalam artian untuk menjalankan hidup. Rumit, karena banyak hal dari hal seabst...

Cerita Jaga Tujuh

Bismillah Waktu di stase anak ini, tempat jaga kami antara 3 tempat: igd, ruang rawat kenanga, atau ruang perinatal anthurium. Kata yang sebelumnya sih, paling enak jaga igd kalau mau yang jelas, atau jaga kenanga kalau mau gabut. Yang jelas, gak jaga peri. Tapi, justru saya lebih suka jaga peri. Walau disuruh ambu, disini lebih terhibur matanya dengan lihat dedek dedek bayi emesh innocent walau mereka nangis-nangis dan ada yang harus diambu, bayi baru lahir memang terlihat bersih dari dosa secara nyata. Ada neglected baby, si bayi kiki, sudah 4 bulan di ruangan peri. Jadi senior dan chief of baby di anturium. Gaya tidurnya udah like a boss. Badannya gembil, karena sering dirawat sama perawat bayi disini. Jadi alasan kami mau jaga peri. Kami gendong-gendong, kami isengin, kami toel-toel pipi gembilnya, kami videoin dan masukin ke instastories, dan sudah kami aku jadi anak masing-masing. Kasihan, sudah 4 bulan gak diambil-ambil si kiki ini. Ada yang bilang karena ibunya sudah meni...

Moments

Bismillah Momen kumpul keluarga yang aku suka adalah saat di perjalanan dan makan bersama di luar. Satu mobil berisi sepuluh orang. Aku melihat semuanya tumbuh dan berkembang, sebab mobil terasa semakin sempit di tiap perjalanannya. Dan juga obrolan di meja makan yang tiap hari makin berbobot.  Di rumah, kami jarang kumpul. Semua anak ibu sedang di masa punya kesibukan masing-masing, tinggal 2 bocah kecil yang sering main di rumah.  Si sulung kadang ada di rumah, tapi kalau di rumah kerjanya nonton dan diam di kamar atau bantu masak. Si anak kedua, gadis yang suka pergi pagi pulang malam, bahkan kadang tidak pulang, begitu pula si anak ketiga yang lagi macem-macem ikut kegiatan di kampus. Si anak keempat, sejak punya motor, setelah pulang sekolah atau lagi libur pasti pergi. Si anak kelima, sering kongkow sama temen-temennya. Si anak keenam, lagi ingin main2 juga ke rumah temennya. Lalu saat datang ke rumah, yang tersisa hanys capek, lelah, lapar, dan ngantuknya. La...