Langsung ke konten utama

Safety Riding for Akhwat (3)

Bismillah

Saat Berkendara
Setelah semua persiapan sebelum berkendara siap, bismillah, mulai jalan!

Apa yang harus dilakukan saat berkendara, intinya terangkum dalam kalimat: TAATI PERATURAN LALU LINTAS. Percayalah peraturan ada untuk keselamatan, bukan untuk dilanggar. Kita taat peraturan bukan karena takut polisi, tapi untuk keselamatan diri, juga keselamatan orang lain.

Waktu saya pernah kecelakaan, saya bilang sama ibu saya kalau saya udah hati-hati bawanya. Terus ibu bilang, orang lain kan belum tentu hati-hati. Jadi, kehati-hatian kita adalah untuk orang lain juga.

Bawalah dengan hati-hati. Lihat kiri kanan jalan. Lalu jangan ngantuk. Ngantuk saat berkendara lebih bahaya dibanding melamun. Kok bisa?

Unconsciously Skillfull

Ada 4 tahap dalam memiliki keterampilan
Unconsciously unskillfull --> consciously unskillfull -->consciously skillfull --> unconsciously skillfull 

Ketika di tahap terakhir, ibaratnya tubuh sudah memiliki otomatisasi jadi kadang kalau lagi melamun, tubuh sudah punya refleks untuk menghadapi hal tak terduga.

Selain jangan ngantuk, sebelum berkendara juga emosi harus stabil. Harus lagi baik. Jangan lagi depresi, sedih berat, marah, itu bisa berefek ke  cara kita memabwa kendaraan. 

Hal hal peraturan yang suka dilanggar
1. Pakai helm , walaupun jaraknya dekat. Dikira kalau deket rumah jalanannya empuk jadi biasa tidak pakai helm

2. Prinsip: jangan naik trotoar dalam keadaan semacet apapun, walaupun trotoarnya kosong. Kan gak nyaman juga kalau jalan motor dipakai sama pejalan kaki. Berlaku juga sebaliknya. Ohya, kalau lagi berhenti lampu merah juga jangan berhenti di zebra cross. Padahal motir sudah diberi karpet merah tetep aja minta lebih.

3. Kalau mau mendahului, lewat lajur kanan. Jangan lewat kiri sebab kiri lajur lambat.

4. Nah, karena lajur kanan lajur cepat, jadi buat mereka yang mau santai-santai tolong jalannya sebelah kiri. Jangan ngagokan mereka yang sedang menghemat waktu perjalanan.

5. Menyalakan lampu sen. Walaupun belok kiri tetep harus nyalain untuk memberi tahu yang di belakang, jadi mereka bisa siap-siap. 

Intinya sih, buat diri kita terlihat oleh pengendara lain

Next tips di post selanjutnya yaa..

Bandung, 10 Ramadhan 1438

#RamadhanInspirarif
#Challenge
#Aksara

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup

" Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekedar bekerja, kera juga bekerja," a quote by Buya Hamka Sebagai (calon) penyedia jasa kesehatan, saya akan berinteraksi dengan jasad dan nyawa manusia. Saya akan berinteraksi dengan hidup dan kehidupan orang lain, sampai mungkin ada saat tanggungjawab hidup dan kehidupannya ada di tangan yang kecil ini. Memikirkanya saja lelah dan berat.  Suatu waktu sesorang bertanya pada saya, "bagaimana rasanya mempelajari hidup manusia?" Saya jawablah saat itu, kurang lebih begini, "Rumit. Wajarlah seorang Moore masuk islam karenanya, tapi ga membuat seoramg atheis yang lain percaya bahwa dirinya diciptakan. Saya sendiri tak tahu apakah menjadi bertambah yakin atau tidak karena pemikiran saya sudah terset bahwa saya adalah makhluk yang tercipta. Hmmm selebihnya banyak bersyukur karena saya diciptakan dengan sempurna dalam artian untuk menjalankan hidup. Rumit, karena banyak hal dari hal seabst...

Cerita Jaga Tujuh

Bismillah Waktu di stase anak ini, tempat jaga kami antara 3 tempat: igd, ruang rawat kenanga, atau ruang perinatal anthurium. Kata yang sebelumnya sih, paling enak jaga igd kalau mau yang jelas, atau jaga kenanga kalau mau gabut. Yang jelas, gak jaga peri. Tapi, justru saya lebih suka jaga peri. Walau disuruh ambu, disini lebih terhibur matanya dengan lihat dedek dedek bayi emesh innocent walau mereka nangis-nangis dan ada yang harus diambu, bayi baru lahir memang terlihat bersih dari dosa secara nyata. Ada neglected baby, si bayi kiki, sudah 4 bulan di ruangan peri. Jadi senior dan chief of baby di anturium. Gaya tidurnya udah like a boss. Badannya gembil, karena sering dirawat sama perawat bayi disini. Jadi alasan kami mau jaga peri. Kami gendong-gendong, kami isengin, kami toel-toel pipi gembilnya, kami videoin dan masukin ke instastories, dan sudah kami aku jadi anak masing-masing. Kasihan, sudah 4 bulan gak diambil-ambil si kiki ini. Ada yang bilang karena ibunya sudah meni...

Moments

Bismillah Momen kumpul keluarga yang aku suka adalah saat di perjalanan dan makan bersama di luar. Satu mobil berisi sepuluh orang. Aku melihat semuanya tumbuh dan berkembang, sebab mobil terasa semakin sempit di tiap perjalanannya. Dan juga obrolan di meja makan yang tiap hari makin berbobot.  Di rumah, kami jarang kumpul. Semua anak ibu sedang di masa punya kesibukan masing-masing, tinggal 2 bocah kecil yang sering main di rumah.  Si sulung kadang ada di rumah, tapi kalau di rumah kerjanya nonton dan diam di kamar atau bantu masak. Si anak kedua, gadis yang suka pergi pagi pulang malam, bahkan kadang tidak pulang, begitu pula si anak ketiga yang lagi macem-macem ikut kegiatan di kampus. Si anak keempat, sejak punya motor, setelah pulang sekolah atau lagi libur pasti pergi. Si anak kelima, sering kongkow sama temen-temennya. Si anak keenam, lagi ingin main2 juga ke rumah temennya. Lalu saat datang ke rumah, yang tersisa hanys capek, lelah, lapar, dan ngantuknya. La...