Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

Tetap Konsisten Menulis

Dan inilah, yang saya khawatirkan pun terjadi. Dengan sok sok an, saya menantang diri sendiri untuk mampu menulis selama 30 hari di bulan Ramadhan. Padahal di awal saya tahu kalau menulis itu butuh effort yang luar biasa.  Meminjam kata Kang Dani, yang saya khawatirkan adalah ketika ekspirasi lebih panjang dari inspirasi, dari tarikan nafas yang kita siapkan untuk konsisten beramal. Tapi yang saya khawatirkan lebih dari itu, saya takut setelah ekspirasi malah apneu alias gak napas lagi. Konsisten aka istiqomah itu susah ya ternyata :”) Tulisan-tulisan saya, hanya diawal saja yang berhasil ditulis tepat waktu. Menjelang sepuluh hari kedua, saya hanya sempat menulis draft-draftnya saja, diedit bila sempat, di post bila luang. Menjelang sepuluh hari terakhir, konsistensi ini kalah dengan kesibukan, baru sempat merapel belakangan, jadi ya kualitasnya begini adanya. Tapi, berhubung panitianya baik, saya rapel 10 tulisan terakhir dalam 3 hari. Maaf ya :”) Saya tau ba...

Hidup

" Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekedar bekerja, kera juga bekerja," a quote by Buya Hamka Sebagai (calon) penyedia jasa kesehatan, saya akan berinteraksi dengan jasad dan nyawa manusia. Saya akan berinteraksi dengan hidup dan kehidupan orang lain, sampai mungkin ada saat tanggungjawab hidup dan kehidupannya ada di tangan yang kecil ini. Memikirkanya saja lelah dan berat.  Suatu waktu sesorang bertanya pada saya, "bagaimana rasanya mempelajari hidup manusia?" Saya jawablah saat itu, kurang lebih begini, "Rumit. Wajarlah seorang Moore masuk islam karenanya, tapi ga membuat seoramg atheis yang lain percaya bahwa dirinya diciptakan. Saya sendiri tak tahu apakah menjadi bertambah yakin atau tidak karena pemikiran saya sudah terset bahwa saya adalah makhluk yang tercipta. Hmmm selebihnya banyak bersyukur karena saya diciptakan dengan sempurna dalam artian untuk menjalankan hidup. Rumit, karena banyak hal dari hal seabst...

Moments

Bismillah Momen kumpul keluarga yang aku suka adalah saat di perjalanan dan makan bersama di luar. Satu mobil berisi sepuluh orang. Aku melihat semuanya tumbuh dan berkembang, sebab mobil terasa semakin sempit di tiap perjalanannya. Dan juga obrolan di meja makan yang tiap hari makin berbobot.  Di rumah, kami jarang kumpul. Semua anak ibu sedang di masa punya kesibukan masing-masing, tinggal 2 bocah kecil yang sering main di rumah.  Si sulung kadang ada di rumah, tapi kalau di rumah kerjanya nonton dan diam di kamar atau bantu masak. Si anak kedua, gadis yang suka pergi pagi pulang malam, bahkan kadang tidak pulang, begitu pula si anak ketiga yang lagi macem-macem ikut kegiatan di kampus. Si anak keempat, sejak punya motor, setelah pulang sekolah atau lagi libur pasti pergi. Si anak kelima, sering kongkow sama temen-temennya. Si anak keenam, lagi ingin main2 juga ke rumah temennya. Lalu saat datang ke rumah, yang tersisa hanys capek, lelah, lapar, dan ngantuknya. La...

Cerita Jaga Tujuh

Bismillah Waktu di stase anak ini, tempat jaga kami antara 3 tempat: igd, ruang rawat kenanga, atau ruang perinatal anthurium. Kata yang sebelumnya sih, paling enak jaga igd kalau mau yang jelas, atau jaga kenanga kalau mau gabut. Yang jelas, gak jaga peri. Tapi, justru saya lebih suka jaga peri. Walau disuruh ambu, disini lebih terhibur matanya dengan lihat dedek dedek bayi emesh innocent walau mereka nangis-nangis dan ada yang harus diambu, bayi baru lahir memang terlihat bersih dari dosa secara nyata. Ada neglected baby, si bayi kiki, sudah 4 bulan di ruangan peri. Jadi senior dan chief of baby di anturium. Gaya tidurnya udah like a boss. Badannya gembil, karena sering dirawat sama perawat bayi disini. Jadi alasan kami mau jaga peri. Kami gendong-gendong, kami isengin, kami toel-toel pipi gembilnya, kami videoin dan masukin ke instastories, dan sudah kami aku jadi anak masing-masing. Kasihan, sudah 4 bulan gak diambil-ambil si kiki ini. Ada yang bilang karena ibunya sudah meni...

Cerpen: Pesantren (1)

Bagi Hiru, ini adalah hukuman yang diberikan Bundanya. Mengirimnya ke tempat seperti ini, berarti kemarahan. Apalagi dengan kalimat, “Tidak usah pulang. Biar Bunda saja yang kemari.” Ia diusir dan tidak disayang lagi. “Aku di penjara,” gumamnya. Anak bungsu ini dikirim ke sebuah pesantren di Jawa setelah didepak dari sekolahnya. Sekolah yang tidak tahu malu, katanya. Berani mengeluarkan seorang siswa berprestasi yang menyebarkan aroma harum sekolah. Hiru adalah seorang pahlawan sekolah di bidang olahraga dan matematika. Namun, saat pemilihan ketua OSIS, ia adalah seorang pecundang yang memalsukan tanda tangan dan kemudian berani meneriakkan kata-kata kasar di hadapan Yang terhormat kepala sekolah. Rupanya, Hiru seorang yang lebih berani. Dan Bundanya lebih berani, menerima bahwa anaknya memang bersalah dan kemudian menyekolahkannya ke ‘penjara suci’. Tidak, Bundanya bukan berani melainkan malu karena melahirkan pahlawan tak beretika. Sore itu, Bang Ghan datang menemui adiknya....

Fa Aina Tazhabun

Bismillah Setelah  (Ramadhan) ini (pergi) , kita mau kemana? Mau kemana, tilawah-tilawah sejuz perharinya setelah (Ramadhan) ini (pergi)? Mau kemana, sholat-sholat malam kita setelah (Ramadhan) ini (pergi)? Mau kemana, dhuha-dhuha kita tiap pagi yang sempat kita luangkan di jam kerja kita setelah (Ramadhan) ini (pergi)? Mau kemana, infaq-infaq terbaik kita setelah (Ramadhan) ini (pergi)? Mau kemana, langkah-langkah kaki kita setelah (Ramadhan) ini (pergi)? Apakah akan ikut pergi juga bersama Ramadhan. Biarkan, hanya lemak (dosa) kita yang ikut pergi. Jangan yang lain ikut juga. Kita, bukan beribadah kepada Ramadhan kan? Ramadhan hanya datang setahun sekali, tapi pemilik Ramadhan adalah kekal. Ya Allah, terimalah amalan kami di bulan Ramadhan ini, walau sedikit kuantitas dan kualitasnya. Izinkan kami menjadi hamba yang lolos dalam pelatihan sebulan kemarin., sebagaimana lolosnya para prajurit Badar.  Bandung, (untuk) 25 Ramadhan 1438 #RamadhanIns...

Menjawab Harapan

Bismillah Halo, kamu. Diriku di tahun 2022. Dalam keadaan apa kau membaca suratku? Aku berharap kau selalu dilimpahi kesehatan hingga detik kau membaca surat ini. Sehat, barang yang akan selalu kau perjuangkan. Yang kamu tahu sejak kau menjadi seorang mahasiswa kesehatan adalah barang paling mahal sedunia. Ini aku, dirimu lima tahun yang lalu. Seorang anak muda ‘ baperan ’, si melankolis yang semakin melankolis karena baru saja menonton sebuah drama medical . Drama yang dimana saat aku menontonnya aku seperti sedang melihat masa depanku, alias dirimu. Kuharap, kau masih menyukai genre drama yang sama. Dan kuharap, kau sudah sehebat mereka J Aku berharap kau masih bisa mencium punggung tangan bapak dan ibu, yang berhasil membentuk pribadi baikmu, menemani perjalananmu mencapai pengabdian doktermu. Kau tahu bahwa tidak semua orangtua sebaik mereka yang memberikan anaknya untuk diabdikan pada ummat. Aku berharap kau masih bisa melihat adik-adikmu tumbuh besar bahagia dengan a...

To Keep Write

Bismillah Lelah! To describe this month in a word Regressive.. to describe this year Menjelang akhir tahun ini saya menyadari hal-hal yang saya lakukan lebih kurang masih seputar dunia perkoasan. Ada hal yang saya suka namun tidak saya lakukan tahun ini: menulis. Rasanya tumpul … sekali. Saya seperti mas mas mba mba penjaga pom bensin, “dari 0 ya!” kegelisahan itu muncul ketika dua teman seangkatan saya sudah nikah .. eh ko ga nyambung. Maksudnya, saya senang melihat banyak teman saya mendefiniskan masa depan mereka ini dan itu. Sementara saya .. “yang penting beres koas dulu.” seperti satu dari orang-orang yang tidak punya masa depan karena tidak punya rencana. Padahal beres koas tepat waktu kan rencana saya dalam waktu dekat. Jenuh, itu yang saya rasa. Saya ingin sekali bisa apply kesana kemari, jalan-jalan, ikutan macem-macem exchange , cuti dulu gitu, tapi keinginan saya “lulus tepat waktu” lebih besar. Sebab menunda ini akan menunda banyak hal, dalam hema...

Cerita Jaga Enam

Bismillah Dedek bayi itu hebat!  Baru lahir sudah bisa beradaptasi dalam waktu satu menit. Pindah dari lingkungan intra ke ekstrauterin. Segalanya berubah, sejak tali pusatnya terputus dari ibunya. Oksigen, makanan, darah, semula yang bergantung pada ibunya, sekarang harus dilakukannya sendiri. Tidak mudah baginya untuk keluar dari zona nyamannya dalam rahim. Ia dituntut mandiri untuk hidup. Menyesuaikan segala fungsi tubuhnya dengan keadaan yang baru. Yang ia tidak pernah rasakan sebelumnya. Menangis, adalah 1 indikator bahwa bayi sudah siap berada di lingkungan luar. Dokter dan ibu senang, sebab tanda bahwa anaknya hidup. Namun bayi menangis, sebab ia tahu ujian kehidupan yang baru itu berat. Ia harus mandiri di dunia yang penuh musibah ini. Ia tidak tahu apakah sanggup untuk menjalaninya atau tidak. Tapi kemudian, ia sadar, terputusnya ari-ari bukan berarti terputusnya Rahmat Allah. Ada banyak rahmat dan rahim Allah di bumi ini. Dalam satu menit, dia menya...

Cerita Jaga Lima

Bismillah Kita akan merindukan masa masa sehat ketika kita sakit.  Hari ini, saya harus mengobservasi keadaan seorang anak dengan penyakit macam-macam, yang bisa kamu bayangkan, manifestasi sesaknya bahkan adalah akumulasi dari banyaak penyakitnya, bukan 1 penyakit saja, yang harus saya awasi tiap 1 jam. Anaknya mungkin ga ngerti apa-apa tentang penyakitnya, pun kedua orangtuanya. Yang mereka tau mereka harus pergi ke rumah sakit, dipindah-pindah karena keterbatasan ini itu. Sudah 1,5 bulan dia dirawat.  Orangtuanya jadi tidak bisa bekerja, karena harus menunggu anaknya yang tidak bisa ditinggal. Ke rumah hanya untuk mengambil baju dan bikin makan kalau ada bahan.  Dokter juga hanya bisa ikhtiyar dengan pengetahuan dan keterampilannya. Orangtuanya hanya bisa berdoa, sambil terus memeluknya ketika anaknya sakit. Ya, dia hanya bisa memeluknya. Memastikan dirinya selalu ada ketika sang anak berteriak sakit. Memastikan dirinya selalu ada bersama sang an...

Cerita Jaga Empat

Bismillah Ada satu bayi yang saya dititipi untuk melakukan rekam jantung. Rekam jantung sebenarnya bukan hal yang sulit, tapi menjadi sulit lagi ketika saya harus melakukannya kepada seorang bayi yang belum bisa diajak untuk kooperatif. Berbagai cara sudah dilakukan mulai dari memberinya susu, bikin dot2an, dielus-elus, tapi bayi tetap saja bergerak tidak bisa diam. Semenatar untuk menghasilkan rekam jantung yang bagus, dia harus tenang. Kadang dia menangis. Saat dia tertidur, ketika kami menempelkan lead, dia yang sensitif malah terbangun dan malah merusak karya kami. Atau ketika dia sudah tenang, namun ada bayi tetangga yang nangis, maka dia tidak mau kalah dalam kompetisi menangis itu. Akhirnya, jam setengah 4 subuh, 11 jam dari awal kami berniat merekam jantungnya, dia berhasil tidur dengan tenang. Kami berusaha setenang mungkin, benar-benar fokus memasangkan alat rekam jantung agar ia yang sensitif ini tidak bangun dan menangis. Saking fokusnya, kami tidak menyada...

Satu Rahim

Aku kenal mereka, orang-orang hebat itu.  Tak peduli mereka sudah lupa atau bahkan tidak kenal denganku, sepotong kisah kehebatan mereka punya tempat tersendiri yang selalu membuatku berdecak kagum. Dan bahkan, aku selalu ikut merasa sama bangga, karena kami lahir dari rahim yang sama.  *** Terima kasih Pak, Bu, atas didikanmu yang belum tentu kami sanggup memabalasnya. Walau ada kakak yang tidak baik, setidaknya mereka adalah contoh agar kami tidak berbuat seperti mereka. Walau ada adik yang nakalm setidaknya mereka adalah pecutan bagi kami agar memberi teladan yang lebih baik lagi. Pak, Bu, banyak saudara-saudaraku, anak-anak didikmu yang hebat dengan karpet merah nya masing-masing.  Dari anak yang pernah lahir dari didikan rahimmu, 1 daei beribu anakmu yang masih jadi kakak yang tidak baik dan adik yang nakal. Bandung, 19 Ramadhan 1438 #RamadhanInspiratif #Challenge #Aksara

Berkah dan Taat

Bismillah Dengan kadar lelah yang sama, dengan kadar pengorbanan yang mungkin lebih, dengan jumlah rezeki yang sedikit lebih banyak, dalam waktu yang mungkin lebih panjang, mengapa hasil yang kita punya tidak seindah milik orang lain? Kualitas yang berbeda, itulah keberkahan. Ketika shahabat Rasulullah Sa’ad bin Mu’adz hanya hidup 6 tahun dalam Islam, tapi rohnya berhasil mengguncang Arsy. Ketika Zaid bin Tsabit mampu menguasai bahasa Suryaniah dalam 17 hari saja. Ketika sahabat kita mampu menjadi hafidz dalam usia yang muda, sementara kita tau kesibukannya tak kalah banyak dengan yang kita punya. Ketika orangtua kita tidur hanya beberapa jam, namun menjalani aktivitas tidak pernah mengantuk, sementara kita sudah tidur berjam-jam masih sempat memejamkan mata saat kuliah. Ketika seorang tukang becak dengan hasil tak seberapa, tapi dirinya mampu menyekolahkan anaknya hingga mampu berqurban dan naik haji. Ketika teman kita dalam waktu yang singkat bisa mengingat dan memahami bany...

Pilihan

Bismillah Kita selalu ragu saat memilih atas Pilihan-pilihan yang datang pada hidup kita. Kita tidak yakin pilihan mana yang terbaik untuk kita. Hingga kemudian kita berdoa, "Ya Allah, yang mana pun Engkau beri, sesungguhnya itu baik. Ya Allah, tunjukilah yang benar itu benar, dan jadikan aku mengikutinya, dan yang salah itu salah, dan jadikan aku menjauhinya," Kemudian, ketika takdir Allah atas pilihan itu datang, kita tidak pernah tau lagi, apakah ini benar jalan yang Allah tunjukkan? Benarkah ini pilihan Allah? Ada yang perlu digarisbawahi dalam sebuah pilihan. Mengapa kita meminta Allah memilihkan kita yang terbaik, bila masih ada keinginan atas satu opsi jalan dalam kehidupan? Karena yang harusnya kita inginkan adalah, akhir yang baik, apapun kejadian dari pilihan-pilihan itu yang datang. Dalam keadaan apapun, sebab kita tidak pernah tau, cukup berjalan saja atas takdir Allah tersebut, berjalan bersama ketaatan. Bandung, 17 Ramadhan 1438 #Ram...

Safety Riding for Akhwat (4)

Bismillah Hal hal bermanfaat lain yang bisa dilakukan 1. Bawa helm lebih, jadi kalau ada yang mau ikut nebeng jadi lebih mudah dan gak perlu khawatir cari helm lagi. Kemana-mana jadi gampang, kalau tiba-tiba ketemu dosen atau guru atsu temen lagi jalan bisa sskalian diajak 2. Bawa jas hujan lebih, mau berbuat baik gak nanngung-nanggung 3. Kalau lagi isi bensin, bayarin juga bensin orang yang antri di belakang 4. Daripada ngedumel, kalau lagi macet kan mending buat murojaah waktunya.  Yang gak boleh dilakukan 1. Pakai alat komunikasi saat berkendara. Kamu mungkin hati-hati, tapi orang lain jadi kagok 2. Naik trotoar, semacet apapun gak boleh. Berhenti di zebra cross. Sebab itu haknya pejalan kaki 3. Menerobos lampu merah. Walaupun jalan dari yang lampu hijau gak ada kendaraan, kita gak pernah tau apa yang terjadi kemudian 4. Ngebut di jalanan berkubang, selain berbahaya, ingatlah bahwa pengemudi lain dan juga pejalan kaki bukan tanaman yang har...

Untuk Diri yang Sering Lupa

Bismillah Hari ini saya jujur bingung mau nulis apa. Tapi, saya tidak mau kalah dengan kebingungan itu, disela-sela kesibukan saya yang lain. Saya lagi istirahat di tengah belajar. Lelaah banget. Kenapa saya sudah belajar tapi kok ga hafal-hafal, tapi kok ga nerap-nerap. Cuma bisa mengeluh. Tapi saya selalu tertampar-tampar dengan ucapan imam syafii, "Bila kamu tak sanggup menahan lelahnya belajar, maka siap-siap menanggung perihnya kebodohan," Tolong, ajari saya untuk belajar.  Reminder untuk diri yang sering lupa Tentang kepemilikan Allah yang meliputi langit dan bumi Ilmu itu milik Allah, bukan milik buku, penemu, penulis, pengajar, ataupun penghafal Akal pun pemberian Allah Allah memberikan ilmu -Nya kepada siapa yang dikehendaki Karena ilmu itu cahaya, dan cahaya itu menerangi, Ya Allah jauhkan hamba dari "ilmu" yang tidak menerangi jalan menuju-Mu Tidak usah gusar, tidak usah takut Karena manusia diciptakan lemah dan tugas ny...

Sebab Perjalanan Ini Panjang

Bismillah Salah satu kebiasaan tidak baik seorang siswa adalah menirukan gaya khas gurunya. -udah ngaku aja- Waktu smp, ada seorang guru yang selalu bilang di tiap pembukaan, "ayo luruskan niat dan motivasi," Waktu masih smp itu, saya dan teman-teman adalah bocah cukup bandel, yang untuk memahami kata-kata tadi masih menganggap sebagai bahan lucu-lucu, kalau bahasa sundanya sih, ngalelewe . Parah banget sih emang. Tapi, itulah hebatnya seorang guru. Berkat kami yang hobi ngalelewe itu, kata kata itu masih diingat khususnya oleh saya. Makna dari kalimat itu dalam. Sebuah nasihat dari seorang guru. "Perjalanan hidup kita ini panjang. Tidak ada yang menjamin ketetapan niat dan motivasi kita. Sepanjang perjalanan, pasti ada ujian-godaan-rayuan yang membuat kita berbelok untuk sampai ke tujuan, yang membuat niat kita berubah. Maka, bagi yang niat dan motivasinya masih belum lurus, mari luruskan niat dan motivasi. Maka, bagi yang niat dan motivasinya ...

Memenangkan Diri

Menahan diri itu susahnya minta ampun. Menahan diri dari sesuatu yang tidak boleh dilakukan itu bukan main sulitnya.  Nafsu adalah keinginan diri, dan jadi tidak boleh bila tidak sesuai pada tempatnya. Ketika sedang berpuasa, lapar adalah nafsu. Ketika mau berbuat baik, malas adalah nafsu. Ketika sedang sholat, tidak fokus adalah nafsu. Ketika bulan Ramadhan, diam adalah nafsu. Sebab berjihad adalah kegiatan di bulan Ramadhan, dan diam adalah nafsu dari orang yang ingin bergerak. Kita pernah dengar bahwa keinginan keinginan di luar batas yang disebut nafsu itu adahal hal yang super besar. Artinya, butuh kekuatan yang lebih besar untuk menahannya kalau ingin menang, kecuali memang kau membiarkan nafsu yang memenangkan fisik dan ruh. Pengetahuan akan sesuatu yang tidak boleh rupanya memiliki bentuk yang lebih besar dari nafsu, namun lemah. dengan akal dan qalb yang bersih dan iman, plus ihsan, akan memberikan pengetahuan perisai perisai bahkan senjata menyerang yang mena...