Dan inilah, yang saya khawatirkan pun terjadi. Dengan sok sok an, saya menantang diri sendiri untuk mampu menulis selama 30 hari di bulan Ramadhan. Padahal di awal saya tahu kalau menulis itu butuh effort yang luar biasa. Meminjam kata Kang Dani, yang saya khawatirkan adalah ketika ekspirasi lebih panjang dari inspirasi, dari tarikan nafas yang kita siapkan untuk konsisten beramal. Tapi yang saya khawatirkan lebih dari itu, saya takut setelah ekspirasi malah apneu alias gak napas lagi. Konsisten aka istiqomah itu susah ya ternyata :”) Tulisan-tulisan saya, hanya diawal saja yang berhasil ditulis tepat waktu. Menjelang sepuluh hari kedua, saya hanya sempat menulis draft-draftnya saja, diedit bila sempat, di post bila luang. Menjelang sepuluh hari terakhir, konsistensi ini kalah dengan kesibukan, baru sempat merapel belakangan, jadi ya kualitasnya begini adanya. Tapi, berhubung panitianya baik, saya rapel 10 tulisan terakhir dalam 3 hari. Maaf ya :”) Saya tau ba...
dibuat untuk memenuhi tantangan 30 hari menulis di bulan Ramadhan 1438 :) lain-lain: hadirabbani.tumblr.com // tulisanhdy.blogspot.com